Lapangan Pekerjaan di Era Millenium Kedua

Posted on December 25, 2009

4


oleh Patrisius

Beberapa kali saya mencermati berita-berita tentang lapangan pekerjaan yang diramalkan akan bertumbuh subur di era millenium kedua ini. Kalau sekian dekade yang lalu, waktu saya masih kecil dan hitam putihnya dunia ini masih jelas, pekerjaan seolah hanya terpancang pada : “dokter”, “insinyur”, “pilot”, dan “tentara”. Udah.

Nah, di masa millenium kedua ini, ada lapangan-lapangan pekerjaan yang semula tidak pernah terbayangkan akan ada.

1. Perawatan manula
Jumlah manula (manusia usia lanjut) akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya harapan hidup manusia. Karena kebanyakan anak cucu mereka sibuk menyelamatkan Bumi dari bencana pemanasan global, para kakek dan nenek ini memerlukan lembaga yang mengurusi mereka, mulai dari fisik sampai mentalnya. Ini berarti peluang dari mereka yang menekuni bidang manajemen, psikologi terapan, keperawatan, ilmu nutrisi, sampai kesehatan.

2. Spesialis IT-based medical care
Ini perkawinan antara ketrampilan teknologi informasi dengan kesehatan. Spesialis di bidang ini bukan hanya trampil mengelola data base, menciptakan sistem jaringan dan mengolah data online, tapi juga menggunakan semua itu untuk tujuan perawatan kesehatan. Di masa depan, dengan jasa mereka, seorang bisa memonitor kondisi fisiknya lewat piranti informasi teknologi. Bayangkan, Anda memegang ponsel Anda, dan si ponsel langsung bisa membaca lewat tangan Anda semua data vital tubuh Anda. Dia mengirimkan data itu ke suatu server raksasa dan jaringan pakar kesehatan, yang kemudian akan mengirim balik semua saran tentang menjaga kesehatan Anda.

3. Mediator budaya
Jaman depan akan ditandai dengan makin lumernya batas-batas psikologis antar negara. Orang bisa kuliah a la Harvard di kota kecil Salatiga, pulang naik angkot, makan emping, berbagi kamar asrama dengan orang dari Malaysia, Taiwan atau Sudan, dan sorenya melakukan transaksi bisnis via telekonferensi dengan orang-orang dari berbagai negara. Supaya interaksi berjalan lancar tanpa salah paham, perlu ada semacam mediator atau advisor tentang budaya berbagai bangsa (istilah Inggrisnya: “Cross-Cultural Specialist”). Ini berarti peluang buat mereka dari bidang sosial, bahasa, sastra, atau siapapun yang berminat dalam hal pemahaman antara budaya.

4. Pakar hiburan
Hiburan adalah lapangan kerja yang kagak ada matinye. Jangankan di jaman edan seperti ini, di jaman masih “normal” tahun 1950 – 1980 an pun manusia selalu butuh dihibur. Tapi, hiburan di era informasi bukan hanya sekedar ngebodor kayak Warkop cs yang bahkan sampai matipun tetap tidak menawarkan nilai apa-apa kecuali pamer dada dan paha wanita, atau menjual kebancian seperti banyak di TV sekarang. Hiburan di era ini harus lebih responsif, menukik dalam sampai membuat audiensnya tertawa tapi juga menemukan jati diri tentang siapa dirinya. Contohnya, saya males keluar rumah karena males keramaian dan kemacetan, sementara siaran TV sekarang makin brutal dengan Reality Show atau tayangan termehek-mehek, apa yang bisa dilakukan untuk jutaan orang yang juga seperti saya? Pakar hiburan bisa menemukan inovasi baru di bidang hiburan ini.

5. Pakar gaya hidup hijau
Cukuplah sudah saya “nggedabrus” disini. Silakan klik http://patrisius.wordpress.com/2009/12/18/kreatif-menghindari-global-warming/ untuk membaca ide saya tentang bagaimana menangkal global warming secara kreatif, sekaligus menemukan mata pencaharian baru.

“Masa depan yang sukses terletak di tangan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dan mau melesat menembus cakrawala kreatifnya” (Patrisius, 2009).

Posted in: Uncategorized