Mari Menjadi Kaya, . . . dan Bahagia ?

Posted on October 12, 2009

0


oleh Patrisius

Menjadi kaya. Everyone wants to be rich. Who doesn’t? Sangat manusiawi. Semua orang ingin menjadi kaya. Uang membuat hidup lebih mudah, lebih nyaman; uang menciptakan harga diri dan pengakuan orang lain atas kita sebagai pribadi. Tidak ada salahnya membuat uang sebagai motivasi dalam berkarir, atau menetapkan kriteria jodoh, bahkan menjadikannya prasyarat menuju kebahagiaan.

Tapi, seperti kata petuah bijak, kita dan uang ibaratnya perahu dan air. Perahu membutuhkan air untuk membuatnya berfungsi; berkat adanya air, perahu bisa berlayar. Tapi sekali air masuk ke dalam perahu, kalau makin lama makin banyak, karamlah itu perahu. Demikian juga kita: kita cari dan dapatkan uang karena kita membutuhkannya untuk hidup sejahtera; namun begitu uang menjadi segala-galanya dalam hidup kita, karamlah kita dalam nafsu duniawi dan segala perbuatan menghalalkan segala cara.

Ada saatnya, dalam perjuangan kita mencari dan mendapatkan uang, kita harus berkata: “baik, ini sudah cukup. Terima kasih Tuhan. Sekarang saatnya menikmati hidup ini, dan melakukan hal-hal lain tanpa motivasi mendapatkan uang”.

Teman kita si kapitalis oportunis datang dan mengejek: “Yaah, kalau hanya begitu mana bisa jadi kaya raya??”

Orang kaya banyak di dunia ini. Ada seribu satu kiat untuk menjadi kaya raya, mulai dari investasi saham sampai hal-hal paling musykil seperti ketik REG spasi SUGIH, tapi saya tidak begitu yakin apa kaya berkorelasi positif dengan bahagia. Apa iya kebahagiaan hidup bisa dirumuskan dalam formula sesederhana itu? Kenapa banyak orang kaya tidak pernah merasa bahagia, sementara orang yang biasa-biasa saja tidak ragu mengakui bahwa mereka bahagia.

Pada intinya mengelola hidup adalah ibarat memainkan seni keseimbangan antara uang dan kebahagiaan. Yang jelas, formula kaya = bahagia itu nampaknya harus mengalami perombakan, plus permenungan dalam.

Posted in: Uncategorized