Journal Writing (1)

Posted on August 13, 2009

1


Ma CHung Festival!
Membuat saya merasa muda. Membuat saya merasa maba.

Saya ikut mentoring Nuryati Tanuwijaya. Ada 13 orang lain di kelompok ini. Ada yang manis, ada yang jengkelin, ada yang lucu, ada yang dilucu-lucuin. Nah, waktu MCF, ada journal writing. Konon, acara ini buat melatih mentee-mentee nulis plus inilah saat mentor pertama kali mulai mengenal dan mengamati mentee-mentee-nya.

Kali ini, saya tidak ingin moment tersebut dilewatkan oleh mentor saya yang sebenarnya. Jadi, saya memutuskan untuk menulis journal writing saya disini. Sekaligus, bahan temen-temen lain untuk tiba-tiba flash back ke masa MCF mereka ^^.

Journal Writing Hari Pertama.
Kami disuruh nulis tentang apa yang terjadi, apa yang dirasakan, materi apa saja yang kalian dapat di sepanjang hari itu. Kemudian, beginilah saya menulis :

Time management. Fasilitator saya tadi pagi bilang dengan raut wajah memerah namun pasti, bahwa time management is a such of bullshit. Haha! Spontan saya tersenyum sambil menahan batuk. Maafkan, hari ini saya batuk. Batuk yang telah berhari-hari membatuki badan saya. Ibu saya bilang, katanya batuk ini gara-gara saya sering pulang terlalu larut. Kenapa saya pulang terlalu larut? Karena memang ada banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan, didukung dengan jadwal kerja saya yang memang malam. Ibu saya menutup nasihatnya dengan, “Ini kalau kamu bisa atur waktu, gak mungkin batuk-batuk begini.”

Sekarang saya jadi berpikir, ternyata pengaturan waktu yang tidak tepat ditambah pelaksanaan yang meleset, bukan hanya menyebabkan nilai jelek, perdebatan tentang pernyataan ‘Time is Money’, atau diputusin pacar gara-gara gak on time, tapi bisa juga bikin batuk-batuk. Namun memang gak mudah membuat time table dan berkomitmen untuk melaksanakannya. Diperlukan obat batuk lebih banyak, bukan… Maksud saya, diperlukan pengorbanan dan perjuangan lebih untuk memulainya. Langkah kecil pertama memang tidak mudah, tapi langkah-langkah yang selanjutnya akan semakin kabur tanpa langkah kecil pertama. Time management is a bullshit? Not really.

Di akhir journal saya ini, mentor dadakan saya memberi komen : saat sukses manajeman waktu..tdk butuh obat batuk lagi kan?
Bagaimana dengan mentor beneran saya?

Graceforevah

Posted in: Uncategorized