Adu Taktis lawan Kabar Teroris

Posted on August 9, 2009

1


by the Lecturer

Satu: Sehari sebelum penggerebekan Densus 88, SCTV sempat mengambil film rumah Pak Muzahri dari dekat.

Reaksi: Hmm, aneh juga, ya? Bagaimana bisa info bahwa rumah itu akan digerebek sudah bocor dulu ke wartawan, sehingga sehari sebelumnya mereka bisa meliput? Bukannya setiap operasi intelijen adalah top secret sampai pada satu detik sebelum aksi?

Dua: Ibrahim yang selama ini hilang sejak Marriot second bombing dikabarkan akan mendekati iring2an mobil Presiden dengan mobil pick up bak terbuka dan meledakkan bomnya.

Reaksi: Hmm, yang bener aja! Ibrahim tuh buronan. Lha ya apa dia dengan senang hati nongol mendekati iring-iringan mobil SBY sambil nyetir pick up yang notabene sangat diawasi ketat oleh pihak berwajib?

Tiga: Bukan pertama kalinya rumah Pak Muzahri digerebek aparat. Beberapa tahun sebelumnya salah satu pentolan teroris juga ditangkap di rumah itu.

Reaksi: Lha kalau gitu betapa tololnya si “Mr. NM Top” karena dia bersembunyi di rumah yang memang sudah jadi sasaran pengawasan pihak berwajib.

Empat: Belum dapat dipastikan bahwa si teroris yang tewas itu adalah Mr. Noordin Top.

Reaksi: Ya, kalau ini sudah sangat aku duga. Siapa bisa menjamin bahwa dia memang Noordin Top? Ok, tes DNA, katanya. Pertanyaannya, DNA dari mayat itu mau dicocokkan dengan DNA nya siapa?

Aku bukan mau sok tahu atau sok keminter. Bukan. Semua pertanyaan di atas justru mencerminkan bahwa aku adalah orang lugu yang tidak tahu apa-apa soal politik, bom, teroris dsb. Yang aku miliki hanya segumpal otak dan kemauan untuk tidak mau disetir begitu saja oleh kabar media massa atau bahkan pihak aparat.

Kabar terakhir: teroris merekrut orang-orang muda yang sudah kehilangan arah dan pegangan dalam kehidupannya, merasa kosong, nir makna, sehingga ideologi apapun dapat dijejalkan ke dalam benak dan jiwanya, bahkan juga bom yang akhirnya menghancur leburkan dirinya, for nothing!

Reaksi: merinding! Berapa banyak orang muda seperti ini? Apakah ada anak-anak muda di kampus ini yang juga seperti itu? Kalau ada, sesungguhnyalah bahwa merekalah bom waktu sebenar-benarnya . . .

Posted in: Uncategorized