I Love You Full

Posted on August 6, 2009

1


oleh PID

“I love you full”.

Dari segi grammar, kalimat di atas jelas salah. Seharusnya “fully”, bukan “full”, karena sebagai kata keterangan, kata “full” harus menjadi “fully” . . . . Ah, tapi siapa juga yang perduli. Lagu itu sekarang menjadi kenangan seorang figur sederhana, spontan, ramah, heboh dan apa adanya yang sayangnya sudah meninggal.

Sayangnya? Mungkin nggak juga. Kadang heran juga, kenapa para artis besar dan kehadirannya menghibur banyak orang justru cepat mati. Mbah Surip, Michael Jackson, John Lennon, Kurt Cobain, George Harrison, sampai Gepeng . . . Tapi mungkin memang misinya sudah selesai, dan dunia lain di alam sana menantikan kedatangan mereka-mereka yang bertalenta besar ini.

Yang suka ketawa malah cepat mati, ada yang kepingin mati dari dulu juga nggak mati-mati . . . Hidup memang misteri . . .

Royalti seharga empat milyar, kabarnya belum ada wujudnya, hanya kesepakatan di atas kertas. Ring Back Tonenya yang makin popular, konon, justru memberi porsi profit paling besar untuk providernya, bukan Mbah Suripnya sebagai artis dan penciptanya. Ah, tapi paling dia juga sudah nggak perduli. Sekali mati, dia lahir di dunia lain yang sudah peduli setan sama urusan materi dan duniawi di alam fana ini.

Mungkin Mbah Surip sedang ketawa “ha ha haaa . . .” di alam sana. Ya iyalah, betapa tidak, alam itu tidak lagi terkekang oleh ego dan ruang dan waktu, jiwanya bebas kesana kemari, experiencing God fully! Digendong kesana kemari oleh Dia, mantep to?

Apa yang bisa aku petik dari Mbah Surip? Nggak tahu. Sama nggak tahunya kenapa aku bisa sekonyong koder terinspirasi untuk menulis ini padahal aku sedang membaca artikel-artikel jurnal maha berat tentang Discourse Analysis dari SAGE Publications.

Lalu mendadak teringat Mbah Surip, terus ingat William Bratanata, kemudian Hari Kristopo . . .

Tidak tahulah. Hidup memang misteri. Yang jelas yang punya Hidup sedang mengatakan “ I LOVE YOU FULL, “ itu sudah pasti . . .

Posted in: Uncategorized