<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Machungaiwo - Ma Chung Cinta Akoe</title>
	<atom:link href="http://machungaiwo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://machungaiwo.wordpress.com</link>
	<description>Buku Harian Penampung Curahan Perasaan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 10:48:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='machungaiwo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/6e67f9381ddefe8d20852f47b5b705c7?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Machungaiwo - Ma Chung Cinta Akoe</title>
		<link>http://machungaiwo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://machungaiwo.wordpress.com/osd.xml" title="Machungaiwo - Ma Chung Cinta Akoe" />
	<atom:link rel='hub' href='http://machungaiwo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Promosi Prodi Mandarin di SMA Nurul Jadid</title>
		<link>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/28/promosi-prodi-mandarin-di-sma-nurul-jadid/</link>
		<comments>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/28/promosi-prodi-mandarin-di-sma-nurul-jadid/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 10:48:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>machungaiwo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://machungaiwo.wordpress.com/?p=2829</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 26 Januari yang lalu saya pergi ke SMA Nurul Jadid di Paiton bersama kaprodi Mandarin dan dua dosennya beserta rekan-rekan lain dari Direktorat Marcom. Tujuan kami adalah mempromosikan Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin yang akan kami mulai bulan Agustus tahun 2012 ini. Kami mendapat kabar dari para pendiri bahwa pesantren itu mempunyai kelas jurusan bahasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=machungaiwo.wordpress.com&amp;blog=4664561&amp;post=2829&amp;subd=machungaiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 26 Januari yang lalu saya pergi ke SMA Nurul Jadid di Paiton bersama kaprodi Mandarin dan dua dosennya beserta rekan-rekan lain dari Direktorat Marcom. Tujuan kami adalah mempromosikan Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin yang akan kami mulai bulan Agustus tahun 2012 ini. Kami mendapat kabar dari para pendiri bahwa pesantren itu mempunyai kelas jurusan bahasa yang berminat mempelajari bahasa Mandarin di perguruan tinggi.</p>
<p>Seumur-umur baru kali ini saya  masuk pesantren. Sambutan dari bapak Kepala Sekolah dan pengurus yayasannya sangat ramah. Tapi yang lebih mencengangkan adalah kemampuan para murid yang siang itu menyambut kami di aulanya. Memakai kopiah hitam dengan baju seragam, wajah khas Indonesia (bukan bule atau indo atau etnis lain), mereka bisa berbahasa Mandarin dengan fasihnya. Saya benar-benar ternganga. Luar biasa! Anak-anak ini kebanyakan datang dari keluarga sederhana, orang tuanya petani atau buruh, sebagian TKI atau TKW di tanah Arab atau negara lain. Mereka bukan anak-anak yang saya lihat setiap hari di kampus: dari keluarga menengah ke atas, bermobil, gadget canggih, tas kulit dan baju mahal, suka hang out di &#8220;Flame&#8221; atau fitness di Atlas, bukan lho. Ini anak-anak sederhana, tapi mereka bisa menempa dirinya untuk menguasai bahasa yang sulit itu. Saya bayangkan kalau mereka punya FB, di profilnya akan tertulis begini: &#8220;Knows Indonesian, Javanese, Madurese, English, Arabic, Mandarin.&#8221;. Habis itu kalau tes HSK mereka pasti lulus minimal level 3! Kereen!</p>
<p><a href="http://machungaiwo.files.wordpress.com/2012/01/visit-at-sma-nurul-jadid.jpg"><img src="http://machungaiwo.files.wordpress.com/2012/01/visit-at-sma-nurul-jadid.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Visit at SMA Nurul Jadid" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-2835" /></a></p>
<p>Nah, ini gambar lao shi Ma Chung, namanya Wen Lihuan, dikerumuni murid-murid SMA Nurul Jadid yang merasa terpikat oleh seni gunting kertas a la China. Nggak nyangka kan, anak-anak dengan penampilan seperti itu bisa berbahasa Mandarin dengan fasihnya?</p>
<p>Apa rahasianya? Ternyata mereka mendapatkan pelajaran bahasa Mandarin 4 jam sehari, plus kewajiban berbahasa Mandarin begitu mereka pulang sekolah dan kembali ke asramanya. Gurunya cuma satu, namanya Lin Bo lao shi, seorang pria energik dari China yang baru berusia 28 tahunan. Bayangkan! Cuma satu guru untuk lebih dari 250 orang murid di kelas bahasa. Biyuh biyuh biyuh! </p>
<p>Sambutan mereka sangat meriah dan mereka bisa langsung akrab dengan para lao shi. Ya, mungkin karena lao shinya juga sama-sama antusias ya? Si Wen Lihuan itu nyaris muntah-muntah  karena mabuk di mobil dalam perjalanan ke lokasi, tapi toh dia ternyata tahan sekuatnya dan masih bisa tampil prima di acara tersebut. Tapi apakah dengan serta merta mereka akan mendaftar ke prodi Mandarin di lembaga saya? Hmm.. belum tentu. Setidaknya ada dua hal besar yang saya lihat harus segera ditangani: pertama adalah masalah biaya. Dengan latar belakang keluarga petani dan pekerja lepas, sanggupkkah mereka menyediakan dana cukup untuk kuliah di kampus seperti UMC? Kedua, faktor keterkejutan budaya. Tradisi pesantren yang kental dengan warna pendidikan Islam tentunya sangat melekat pada diri mereka. Jangan sampai mereka kaget melihat budaya di kampus metroplis itu, apalagi kalau sampai kuliah di Jinan untuk program S1 mereka. Terbukti salah satu pertanyaan dari mereka adalah ini: &#8220;bagaimana makanan di Jinan? Apakah halal?&#8221; Kalau serius mau menggarap lahan ini, lembaga saya harus mengakomodasi pertanyaan-pertanyaan dan hal-hal non-akademis ini.</p>
<p>Aapapun itu, kunjungan ke SMA NUrul Jadid itu sangat mengesankan bagi saya. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/machungaiwo.wordpress.com/2829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/machungaiwo.wordpress.com/2829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/machungaiwo.wordpress.com/2829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/machungaiwo.wordpress.com/2829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/machungaiwo.wordpress.com/2829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/machungaiwo.wordpress.com/2829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/machungaiwo.wordpress.com/2829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/machungaiwo.wordpress.com/2829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/machungaiwo.wordpress.com/2829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/machungaiwo.wordpress.com/2829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/machungaiwo.wordpress.com/2829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/machungaiwo.wordpress.com/2829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/machungaiwo.wordpress.com/2829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/machungaiwo.wordpress.com/2829/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=machungaiwo.wordpress.com&amp;blog=4664561&amp;post=2829&amp;subd=machungaiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/28/promosi-prodi-mandarin-di-sma-nurul-jadid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f91227517f4fe54012e8ecd96d611b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">machungaiwo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://machungaiwo.files.wordpress.com/2012/01/visit-at-sma-nurul-jadid.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Visit at SMA Nurul Jadid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dilaog dengan Adik Saya</title>
		<link>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/28/dilaog-dengan-adik-saya/</link>
		<comments>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/28/dilaog-dengan-adik-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 04:30:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>machungaiwo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://machungaiwo.wordpress.com/?p=2838</guid>
		<description><![CDATA[Dari segi pendidikan, sebagai anak sulung saya mencapai puncak tertinggi, jauh lebih tinggi dibandingkan kedua adik saya. Namun, dari segi kedekatan dengan Tuhan dan memelihara spiritualitas, saya banyak belajar dari kedua adik saya. Salah satunya menginap di rumah saya malam kemarin. Setelah dinner, kami berbicara banyak hal. Salah satunya adalah tentang hidup ini. Dia mengatakan: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=machungaiwo.wordpress.com&amp;blog=4664561&amp;post=2838&amp;subd=machungaiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari segi pendidikan, sebagai anak sulung saya mencapai puncak tertinggi, jauh lebih tinggi dibandingkan kedua adik saya. Namun, dari segi kedekatan dengan Tuhan dan memelihara spiritualitas, saya banyak belajar dari kedua adik saya.</p>
<p>Salah satunya menginap di rumah saya malam kemarin. Setelah dinner, kami berbicara banyak hal. Salah satunya adalah tentang hidup  ini. Dia mengatakan: &#8220;dunia ini memang dikuasai oleh Beelzebub (iblis); jadi ya memang sudah tidak heran kalau semuanya cenderung menuju ke arah penghancuran.&#8221;</p>
<p>&#8220;Jadi percuma dong berdoa dan berharap bahwa semuanya akan menjadi baik,&#8221; sanggah saya.</p>
<p>&#8220;Ya, justru itu. Kita harus siap-siap supaya kelak setelah kita mati, jalan kita menuju ke kekekalan akan lancar. Yang penting itu bukan urusan di sini, di dunia ini, tapi dunia setelah itu,&#8221; katanya.</p>
<p>Lalu kami membicarakan tentang orang-orang yang sangat rajin berdoa, baca Kitab Suci setiap malam, ke gereja hampir setiap hari, namun ternyata masih menyimpan dendam dan begitu terprovokasi sedikit saja meledaklah semua amarahnya.</p>
<p>&#8220;Bagaimana itu bisa terjadi?&#8221; saya bertanya keheranan. &#8220;Berarti doa-doanya tidak sampai benar-benar menyentuh dasar jiwa mereka ya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalau Roh Kudus sudah benar-benar bermukim dalam dirinya dan berkarya disitu, seharusnya yang penting adalah semangat mengalah untuk perdamaian, dan bukannya mengalah terhadap ego,&#8221; katanya. &#8220;Karena ego itu menyediakan tempat duduk VIP untuk setan; makanya kalau egonya dibela terus, yang dominan pasti nafsu-nafsu setannya: marah, egois, cemburu, dendam, dan sebagainya.&#8221;</p>
<p>Saya jadi ingat salah satu status FB saya ketika masih jaman saya gendheng FB an dulu: &#8220;Hidup adalah perjuangan, termasuk perjuangan untuk mengalahkan diri sendiri.&#8221;</p>
<p>Adik saya ini baru beberapa bulan pindah dari Jakarta, dari sebuah perusahaan ternama, ke kampung halamannya, supaya dia bisa mendirikan usaha sendiri, dan lebih banyak berkarya untuk sesama yang berkekurangan. Dia mempunyai seorang teman dekat yang disebutnya penasihat spiritual, yang ilmunya jauh lebih tinggi dari dia sendiri. Saya kadang-kadang juga berkontak dengan sang penasihat spiritual ini, terutama ketika sedang tunggang-langgang karena dihadapkan pada masalah-masalah pribadi. Dia senantiasa berbekal Injil untuk membantu saya. Saya masih menyimpan satu file dari dia yang isinya berisi setiap masalah saya dan ayat-ayat dari Injil yang dia bilang merupakan jalan keluar untuk masalah-masalah saya tersebut. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/machungaiwo.wordpress.com/2838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/machungaiwo.wordpress.com/2838/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/machungaiwo.wordpress.com/2838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/machungaiwo.wordpress.com/2838/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/machungaiwo.wordpress.com/2838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/machungaiwo.wordpress.com/2838/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/machungaiwo.wordpress.com/2838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/machungaiwo.wordpress.com/2838/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/machungaiwo.wordpress.com/2838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/machungaiwo.wordpress.com/2838/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/machungaiwo.wordpress.com/2838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/machungaiwo.wordpress.com/2838/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/machungaiwo.wordpress.com/2838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/machungaiwo.wordpress.com/2838/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=machungaiwo.wordpress.com&amp;blog=4664561&amp;post=2838&amp;subd=machungaiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/28/dilaog-dengan-adik-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f91227517f4fe54012e8ecd96d611b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">machungaiwo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gak Jelas</title>
		<link>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/28/gak-jelas/</link>
		<comments>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/28/gak-jelas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 22:07:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>machungaiwo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://machungaiwo.wordpress.com/?p=2834</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya merasa gak jelas . . . Dibilang sedih ya nggak; dibilang senang ya nggak; dibilang cemas ya nggak; dibilang galau ya jelas tidak; dibilang lega ya tidak juga. Atau mungkin karena sedih bercampur-campur dengan senang, cemas, galau dan lega itu makanya jadi benar-benar gak jelas. Jam 6 sore. Kantor sudah sepi, semua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=machungaiwo.wordpress.com&amp;blog=4664561&amp;post=2834&amp;subd=machungaiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini saya merasa gak jelas . . .</p>
<p>Dibilang sedih ya nggak; dibilang senang ya nggak; dibilang cemas ya nggak; dibilang galau ya jelas tidak; dibilang lega ya tidak juga.</p>
<p>Atau mungkin karena sedih bercampur-campur dengan senang, cemas, galau dan lega itu makanya jadi benar-benar gak jelas.</p>
<p>Jam 6 sore. Kantor sudah sepi, semua rekan sudah pada pulang. Saya mematikan lampu kantor dan termenung-menung sendiri di depan pintunya.</p>
<p>Apa yang sebenarnya saya rasakan?</p>
<p>Sebenarnya saya sedang dalam proses hitung mundur (counting down) menuju suatu peristiwa. Mungkin perasaan gak jelas ini ada hubungannya dengan momen itu. Membayangkan bagaimana hidup akan sedikit berubah setelah momen itu . . . .  adalah sesuatu yang benar-benar tidak jelas. Misterius? Ndak juga. Ya itu tadi, ndak jelas, ha ha haa!</p>
<p>Saya bisa mengandalkan logika untuk menaksir kira-kira akan seperti apa peristiwa itu, dan setelahnya akan menjadi seperti apa. Tapi ternyata logika juga tidak banyak menolong. Sekarang saya tahu sebabnya: karena saya bukan prosesor komputer; saya adalah manusia biasa yang sarat dengan emosi, kenangan masa lalu, pengalaman yang membentuk alam bawah sadar, aura, dan jiwa.</p>
<p>Saya ingat jawaban Paulo Coelho ketika ditanya apa yang dia lakukan kalau sedang sedih. Jawabnya: “saya akan membiarkan saja perasaan itu sampai akhirnya dia bosan sendiri dan meninggalkan saya”.</p>
<p>Saya berjalan pelan-pelan menyusuri koridor, turun ke basement yang juga sepi, masuk ke mobil.</p>
<p>Angin kencang sudah reda. Hujan rintik di luar . . . </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/machungaiwo.wordpress.com/2834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/machungaiwo.wordpress.com/2834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/machungaiwo.wordpress.com/2834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/machungaiwo.wordpress.com/2834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/machungaiwo.wordpress.com/2834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/machungaiwo.wordpress.com/2834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/machungaiwo.wordpress.com/2834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/machungaiwo.wordpress.com/2834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/machungaiwo.wordpress.com/2834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/machungaiwo.wordpress.com/2834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/machungaiwo.wordpress.com/2834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/machungaiwo.wordpress.com/2834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/machungaiwo.wordpress.com/2834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/machungaiwo.wordpress.com/2834/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=machungaiwo.wordpress.com&amp;blog=4664561&amp;post=2834&amp;subd=machungaiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/28/gak-jelas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f91227517f4fe54012e8ecd96d611b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">machungaiwo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Posting Asal Njeplak 25 Jan 2012</title>
		<link>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/25/posting-asal-njeplak-25-jan-2012/</link>
		<comments>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/25/posting-asal-njeplak-25-jan-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 02:41:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>machungaiwo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://machungaiwo.wordpress.com/?p=2826</guid>
		<description><![CDATA[Saya ndak ikut pelatihan. Bukan karena apa, tapi coba pertimbangkan alasan-alasan ini: 1. Saya sudah pernah ikut pelatihan itu sebelumnya. 2. Saya dan dosen-dosen di bawah saya mendapatkan nilai 80 ke atas untuk cara mengajar 3. Saya sibuk menata fakultas. Sekian lama berdiri, mana itu namanya peraturan fakultas, kebijakan fakultas, standar, kode etik, renstra, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=machungaiwo.wordpress.com&amp;blog=4664561&amp;post=2826&amp;subd=machungaiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ndak ikut pelatihan. Bukan karena apa, tapi coba pertimbangkan alasan-alasan ini:</p>
<p>1. Saya sudah pernah ikut pelatihan itu sebelumnya.</p>
<p>2. Saya dan dosen-dosen di bawah saya mendapatkan nilai 80 ke atas untuk cara mengajar</p>
<p>3. Saya sibuk menata fakultas. Sekian lama berdiri, mana itu namanya peraturan fakultas, kebijakan fakultas, standar, kode etik, renstra, dan sebagainya? Belum lagi evaluasi kurikulum  dan rancangan spesifikasi prodi yang selama ini ditinggal glodak begitu saja. Siapa yang mengerjakan semua itu di fakultas? Ya sayaaaa laaaaaah, . . . . mau siapa lagi? Mau nyuruh rekan-rekan yang lain? Mana saya tegaaaaa? Tiga sedang studi lanjut, satu ngurusi pusat pelatihan bahasa, satunya lagi sudah sangat senior, ya sudah . . .  saya mengerjakan semuanya, setidaknya merancang draft awal dulu.</p>
<p>Lha sekarang mbok cobak bayangno lho, kalau saya ikut pelatihan penuh eight to five selama 3 hari, bayangkan berapa banyak waktu efektif terbuang. Begitu selesai, sudah mau awal kuliah dan saya harus sibuk membuat GBRP silabus kontrak perkuliahan segala macam. Terus kapan saya mau menyentuh elemen-elemen fundamental tersebut? Apa musti menunggu sampai menjelang akreditasi lagi? Terus dikebut semalam gitu? Wooohooo&#8230;..sorry ya, saya bukan tipe orang kayak gini. Saya lebih suka mematangkan semuanya secara otentik jauh-jauh hari sebelumnya, karena memang orientasi utama bukan akreditasi tapi landasan kokoh untuk lembaga yang namanya fakultas bahasa dan seni.</p>
<p>Giituuuu&#8230;.</p>
<p>Tuh, masih ditambah lagi dengan persiapan pembukaan prodi pendidikan Zhongwen. Besok pagi jam 6 saya harus berangkat ke Paiton dengan CY dan Wang Gong Ping untuk mempromosikan kehadiran kami di depan sebuah pesantren di Paiton. Terus masih ada perintisan jurnal KLAUSA, plus pusat studi Tionghoa yang baru sebatas notulen hasil rapat. </p>
<p>Jadi memang sibuk berat.</p>
<p>BTW, saya mulai bingung dengan banyaknya karyawan baru di sini. Ini, ini yang sedang jalan ini siapa ya namanya? Siska? Ketty? Perasaan Siska deh, tapi apa iyaaaaaa&#8230;.. jangan-jangan ternyata namanya Tuti. Eh, emang ada ya karyawan baru Ma Chung yang namanya Tuti? Ah, bingung aku . . . . . </p>
<p>Nah, yang baru masuk ini kayaknya dari DPM deh. Siapa ya namanya? Oh, ini yang namanya persis dengan si sulung saya: Tiara. Betul nggak ya? </p>
<p>Nah, Internetnya sudah jalan lagi setelah kemarin sempat semaput dihajar angin keras. Saya harus tancap gas lagi. . . . .</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/machungaiwo.wordpress.com/2826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/machungaiwo.wordpress.com/2826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/machungaiwo.wordpress.com/2826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/machungaiwo.wordpress.com/2826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/machungaiwo.wordpress.com/2826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/machungaiwo.wordpress.com/2826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/machungaiwo.wordpress.com/2826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/machungaiwo.wordpress.com/2826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/machungaiwo.wordpress.com/2826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/machungaiwo.wordpress.com/2826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/machungaiwo.wordpress.com/2826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/machungaiwo.wordpress.com/2826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/machungaiwo.wordpress.com/2826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/machungaiwo.wordpress.com/2826/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=machungaiwo.wordpress.com&amp;blog=4664561&amp;post=2826&amp;subd=machungaiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/25/posting-asal-njeplak-25-jan-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f91227517f4fe54012e8ecd96d611b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">machungaiwo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lebih Dekat dengan Setan</title>
		<link>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/23/lebih-dekat-dengan-setan/</link>
		<comments>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/23/lebih-dekat-dengan-setan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 11:59:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>machungaiwo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://machungaiwo.wordpress.com/?p=2821</guid>
		<description><![CDATA[What is satan? Some say it’s a divine being that was once an angel, but then sinned and was thrown to hell. Some say it’s the opposite of all things that are noble and virtue. Thus, while God is full of love, compassion, understanding, care, and passion, satan boasts all of the opposites: hatred, ignorance, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=machungaiwo.wordpress.com&amp;blog=4664561&amp;post=2821&amp;subd=machungaiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>What is satan?</p>
<p>Some say it’s a divine being that was once an angel, but then sinned and was thrown to hell.</p>
<p>Some say it’s the opposite of all things that are noble and virtue. Thus, while God is full of love, compassion, understanding, care, and passion, satan boasts all of the opposites: hatred, ignorance, revenge, cruelty, jealousy, lust.</p>
<p>Some people say that they dont believe satan exists. Some others, apparently wiser than the former, say: “One of the most ingenious tactic of satan is to make humans believe that satan does not exist!”</p>
<p>Then there is this stunning statement: “God has set the Truth. Satan knows that, and then tells his disciples: “Ok, let us organize the Truth in the form of religions!”.</p>
<p>Deepak Chopra, my favorite enunciator, says this: “Human beings do not need the concept of satan. Let us build a foundation of new spirituality without satan in it.”</p>
<p>Satan has several symbols: 666, the ram/goat (this is reportedly a mockery of God&#8217;s lambs), the pentagram, even the signs you make with your fingers.</p>
<p>Once or twice I had to admit that I was possessed by these demonic thoughts. I was afraid, of course. Then I remembered Jesus and all His love. I let Him speak unto my heart and mind. I even asked Him to possess me so I could feel the overwhelming love and compassion and understanding with every breath I take and every beat of my heart . . .</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/machungaiwo.wordpress.com/2821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/machungaiwo.wordpress.com/2821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/machungaiwo.wordpress.com/2821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/machungaiwo.wordpress.com/2821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/machungaiwo.wordpress.com/2821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/machungaiwo.wordpress.com/2821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/machungaiwo.wordpress.com/2821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/machungaiwo.wordpress.com/2821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/machungaiwo.wordpress.com/2821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/machungaiwo.wordpress.com/2821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/machungaiwo.wordpress.com/2821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/machungaiwo.wordpress.com/2821/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/machungaiwo.wordpress.com/2821/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/machungaiwo.wordpress.com/2821/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=machungaiwo.wordpress.com&amp;blog=4664561&amp;post=2821&amp;subd=machungaiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/23/lebih-dekat-dengan-setan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f91227517f4fe54012e8ecd96d611b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">machungaiwo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gan Bei! Merayakan Imlek 2012</title>
		<link>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/23/kam-pei-merayakan-imlek-2012/</link>
		<comments>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/23/kam-pei-merayakan-imlek-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 00:26:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>machungaiwo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://machungaiwo.wordpress.com/?p=2813</guid>
		<description><![CDATA[“Happy Chinese New Year!” kata dosen dari Denmark itu ketika bertemu saya. “Oh, but I’m not a Chinese,” kata saya. “Yes, but we are going to a Chinese new year party!” sergahnya tak mau kalah. Bis kampus penuh memuat kami menuju ke Surabaya, ke rumah penasihat UMC yang dedikasinya sudah sangat tinggi dan dianggap sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=machungaiwo.wordpress.com&amp;blog=4664561&amp;post=2813&amp;subd=machungaiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Happy Chinese New Year!” kata dosen dari Denmark itu ketika bertemu saya.</p>
<p>“Oh, but I’m not a Chinese,” kata saya.</p>
<p>“Yes, but we are going to a Chinese new year party!” sergahnya tak mau kalah.</p>
<p>Bis kampus penuh memuat kami menuju ke Surabaya, ke rumah penasihat UMC yang dedikasinya sudah sangat tinggi dan dianggap sebagai bapak kehormatan. Udara cerah, lalu lintas relatif lancar. Duduk di sebelah saya adalah koordinator kuliah bahasa Mandarin yang bertanya kenapa istri saya tidak ikut. Itu pertanyaan yang saya sendiri tidak tahu jawabannnya. Jadi saya hanya mengatakan: “Oh, dia lebih suka tinggal di rumah, menemani anak-anak.” Sesungguhnya, dia tidak ikut karena setahu saya undangannya hanya untuk saya sebagai pimpinan fakultas.</p>
<p>Rumah besar di jalan Dharmahusada Indah itu sudah meriah dengan suasana perayaan Imlek. Tahun ini nuansa Tionghoa terasa lebih kental lagi karena hadirnya dosen-dosen dari Jinan dan Hunan yang sehari-hari mengajar di kampus di bawah Fakultas  Bahasa dan Seni. </p>
<p>Ada satu orang dosen dari AS, satu lagi dari Denmark, satu lagi dari Polandia. Jadi disitulah ajang pemahaman lintas budaya terjadi. Dalam hati saya bilang, “kayaknya bulan depan aku harus belajar privat bahasa Mandarin, kalau tidak ya seperti ini: hanya terbengong-bengong memandangi orang sekitar ngomong bahasa Mandarin.” Kalau mendengar dosen-dosen itu berbicara satu sama lain dalam bahasa mereka, saya sudah membayangkan sulitnya menguasai bahasa yang tinggi nadanya menentukan makna itu. Belum lagi tulisannya. Haduuh . . .! Tapi setidaknya saya harus tahu bahasa itu secara pasif, karena akan nggak lucu kalau mereka ngerasani dekannya dan sang dekan tidak tahu apa-apa.</p>
<p>Saya tanya kepada kaprodi Mandarin beberapa hal tentang Imlek. Di negaranya, Imlek adalah perayaan menyambut datangnya musim semi dan masa panen. Semua orang harus makan bersama keluarga intinya; yang sudah menikah pun juga harus kembali ke keluarga papa mamanya untuk makan bersama, setelah itu bergabung lagi dengan suami atau istrinya. Makanan khas nya adalah ikan dan jeruk, karena kedua benda ini, jika diucapkan dalam bahasa Mandarin, artinya kesehatan dan kesejahteraan. Begitu ya, Wang Gong Ping? Say “yes” if you read this, ha ha ha!</p>
<p>Setelah minum anggur—tepatnya, meneguk anggur merah setengah gelas—bersama dengan para pendiri UMC, saya duduk. Kenapa? Ya karena agak pusing, ha ha haaa! Suasananya sedemikian sehingga kita tidak boleh meminum anggur itu sedikit demi sedikit ibarat pangeran, namun harus meneguknya dalam beberapa tegukan sekaligus sehingga habis tak bersisa! </p>
<p>Tengah enak-enak duduk, sang koordinator Mandarin yang malam itu berbaju cheongsam merah menyala mendekati saya lagi. “Mau minum sama saya?” katanya, sambil membawa segelas anggur. Saya menjawab agak tidak jelas karena saya tidak tahu apa maksudnya. Dia melesat ke meja makan, mengambil  segelas kosong dan menuangkan anggur sampai tiga perempat gelas, lalu membawakannya ke saya. “Let’s have a toast!” katanya. Oh, itu maksudnya. “JIng jiu!” kata sang kaprodi di sebelah saya. “Gan bei!” seru yang lain. “Apaaa?”. “Oh, itu artinya, kamu harus minum, dan minumnya harus sampai habis,” katanya. </p>
<p>Dua gelas bersentuhan. “This is for our health and happiness,”. Lalu gleek, gleek, dia meneguk anggur itu sampai habis tandas. Saya melongo sejenak. Gila nih cewek, kuat banget. Teman-temannya tertawa, dan sekalipun saya tidak tahu bahasa mereka, saya tahu bahwa mereka sedang mengatakan: “Ayo, Bapak, minum anggurnya sampai habis!” Saya agak ragu, dan memutuskan untuk tidak mencari masalah dengan meminum anggur itu sedikit demi sedikit saja. Baru juga dua detik saya berpikir begitu, saya angkat gelas di tangan saya dan saya teguk isinya sampai habis. “Horeee!” kata dia disambut tawa teman-temannya. Ritual yang sama diulang lagi dengan temannya yang lain setelah dia menuangkan lagi anggur ke gelas saya. Glek! Langsung saya terduduk dah, badan rasanya hangaaat dan kepala seperti melayang-layang . . . . Oh, no! </p>
<p>Kami berangkat pulang sekitar jam sepuluh malam. Di tengah perjalanan, ketika sedang berjuang mengatasi rasa pusing dan ngantuk karena ritual yang meriah tadi, sang lao shi datang ke kursi saya dan menyodorkan sesuatu di kantung plastik. “Have some pudding!” katanya, “ini buatanku sendiri”. Saya tidak kuasa menolak, dan mengambil puding itu dengan sendok dari dasar plastik. Sial, puding yang licin dan saya yang setengah mabuk itu membuat puding yang sudah saya ambil jatuh lagi ke dasar plastik. Jebur! Yah, terpaksa deh saya rogoh semua isi plastik itu dengan tangan. Kopros abiss! Yah, siapa suruh saya makan puding malam-malam di bis dalam keadaan setengah mabuk setelah acara “kam pei!”, ha ha haaa&#8230;.</p>
<p>Kami sampai di kampus jam 12 malam pas. Agak pusing dan kepala berat, tapi sekeping pengalaman merayakan Imlek di tahun Naga itu pasti akan menjadi sepenggal kenangan yang berharga. </p>
<p>Gong Xi Fa Cai.</p>
<p>* Gan bei dibaca &#8220;kan pei&#8221;<br />
* Jing jiu dibaca &#8220;cing ciu&#8221;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/machungaiwo.wordpress.com/2813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/machungaiwo.wordpress.com/2813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/machungaiwo.wordpress.com/2813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/machungaiwo.wordpress.com/2813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/machungaiwo.wordpress.com/2813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/machungaiwo.wordpress.com/2813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/machungaiwo.wordpress.com/2813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/machungaiwo.wordpress.com/2813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/machungaiwo.wordpress.com/2813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/machungaiwo.wordpress.com/2813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/machungaiwo.wordpress.com/2813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/machungaiwo.wordpress.com/2813/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/machungaiwo.wordpress.com/2813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/machungaiwo.wordpress.com/2813/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=machungaiwo.wordpress.com&amp;blog=4664561&amp;post=2813&amp;subd=machungaiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/23/kam-pei-merayakan-imlek-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f91227517f4fe54012e8ecd96d611b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">machungaiwo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ramalan Nasib Tahun Naga di Xin Cia 2012</title>
		<link>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/22/ramalan-nasib-tahun-naga-di-xin-cia-2012/</link>
		<comments>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/22/ramalan-nasib-tahun-naga-di-xin-cia-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 00:49:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>machungaiwo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://machungaiwo.wordpress.com/?p=2818</guid>
		<description><![CDATA[Menurut perhitungan nasib di tahun Naga Air, posisi yang menguntungkan adalah yang menghadap ke Barat. Wah, kalau begitu pas sudah saya bekerja di gedung Bhakti Persada, soalnya memang gerbangnya menghadap ke Barat. Makanya sebaiknya di depan Bhakti Persada ndak usah dibangun gedung baru, sebab itu bisa menghalangi aliran chi dari Gunung Kawi yang elok itu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=machungaiwo.wordpress.com&amp;blog=4664561&amp;post=2818&amp;subd=machungaiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut perhitungan nasib di tahun Naga Air, posisi yang menguntungkan adalah yang menghadap ke Barat. Wah, kalau begitu pas sudah saya bekerja di gedung Bhakti Persada, soalnya memang gerbangnya menghadap ke Barat. Makanya sebaiknya di depan Bhakti Persada ndak usah dibangun gedung baru, sebab itu bisa menghalangi aliran chi dari Gunung Kawi yang elok itu. Nah, ntar kalau saya udah pindah posisi atau pensiun atau &#8216;dibajak&#8217; lembaga lain, silakan deh dibangun ruko atau mall sekalian disana, mwa ha haaa!  Posisi lain juga bagus, katanya, kecuali Utara. Kenapa ya? Yah, namanya saja ramalan . . . </p>
<p>Tahun Naga Air juga akan diwarnai banyak banjir dimana-mana. Yiaaah . . . kalau ini mah ndak usah peramal feng shui. Rasanya dari tahun ke tahun memang begitu deh. Kenapa? Apakah karena naganya marah? Ndak juga; yang jelas karena ada makhluk lain yang lebih buas daripada naga, yaitu manusia sendiri. Karena ulahnya, hutan kota habis, hutan beton dibangun dimana-mana, plus buang sampah sembarangan sehingga gorong-gorong air mampet, sehingga terjadilah banjir dimana-mana. Berita terbaru yang mebuat prihatin adalah banjirnya jl. Bondowoso sampai satu meter minggu lalu. </p>
<p>&#8220;You are what you believe&#8221;</p>
<p>Sekalipun keturunan Tionghoa, ada seorang teman saya yang sudah tidak lagi percaya pada feng shui dan ramalan segala macam yang berakar dari budaya Tionghoa. &#8220;Kami sudah mengimani Kristus,&#8221; katanya memberi alasan. &#8220;Kristus itu jalan hidup satu-satunya, bla bla blaaa&#8230;&#8221;. Saya manggut-manggut. Fine! Iya deh, bagus. </p>
<p>Sebaliknya, ada sanak saudara saya yang Jawa asli, berpendidikan tinggi, dan penganut Katolik yang sangat taat. Suatu ketika dia tertarik pada ilmu feng shui, dan setelah dia dalami sedikit, dia jadi tambah tertarik dan merasa percaya. Maka dibelinya buku-buku feng shui, peta feng shui, ornamen pembawa angin baik segala macam. Akibatnya terciptalah suasana unik di rumahnya: cermin besar digantung di sebelah salib, dan di belakangnya ada kliningan beraksara Mandarin. Di ruang tamunya ada hiasan miniatur keris, blangkon dan gamelan. Rasanya seperti makan sayur pecel dicampur mustard dan minumannya adalah beras kencur campur vodka . . . . .</p>
<p>Rekan dari Eropa lain lagi sikapnya. Dia hanya percaya bahwa kesuksesan dan kegagalan ditentukan oleh logika manusia dan kerja kerasnya, tidak ada kekuatan lain lagi yang bisa mencampurinya. Maka alih-alih mendalami feng shui, keris, atau Kitab Suci, dia berbekal pada ilmu manajemen modern, kiat-kiat strategis, dan perencanaan jangka pendek maupun panjang.</p>
<p>Demikianlah, banyak tingkah manusia yang berkaitan dengan energi tak tampak ini. Sang Energi itu bisa seorang nabi, bisa berupa dewa, atau kekuatan alam gabungan dari api, tanah dan air, dan kekuatan pikiran manusia sendiri. Semuanya berkelindan membentuk mozaik sistem kepercayaan. Nah, kita mau mengambil yang mana?</p>
<p>Jangan-jangan kita belum punya kepercayaan.</p>
<p>Jangan-jangan kita sudah percaya pada satu hal, namun tergoda untuk mendalami kepercayaan yang lain karena nampaknya yang satu itu lebih menjanjikan kemakmuran ragawi.</p>
<p>Atau, jangan-jangan kita bingung sendiri . . .</p>
<p>Gong Xi Fa Chai!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/machungaiwo.wordpress.com/2818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/machungaiwo.wordpress.com/2818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/machungaiwo.wordpress.com/2818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/machungaiwo.wordpress.com/2818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/machungaiwo.wordpress.com/2818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/machungaiwo.wordpress.com/2818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/machungaiwo.wordpress.com/2818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/machungaiwo.wordpress.com/2818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/machungaiwo.wordpress.com/2818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/machungaiwo.wordpress.com/2818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/machungaiwo.wordpress.com/2818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/machungaiwo.wordpress.com/2818/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/machungaiwo.wordpress.com/2818/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/machungaiwo.wordpress.com/2818/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=machungaiwo.wordpress.com&amp;blog=4664561&amp;post=2818&amp;subd=machungaiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/22/ramalan-nasib-tahun-naga-di-xin-cia-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f91227517f4fe54012e8ecd96d611b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">machungaiwo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Post Humous: van Gogh dan Freddie Mercury</title>
		<link>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/21/post-humous-van-gogh-dan-freddie-mercury/</link>
		<comments>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/21/post-humous-van-gogh-dan-freddie-mercury/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 02:02:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>machungaiwo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://machungaiwo.wordpress.com/?p=2809</guid>
		<description><![CDATA[Post humous. Tau artinya? Kagak? Ya gak heran, ha ha haaa! Post humous artinya menjadi terkenal setelah mati. Itu banyak terjadi dengan seniman-seniman besar yang karyanya menjadi sasaran pujian dan harganya bisa sampai milyaran, justru ketika dia sendri sudah mati. Contohnya Vincent van Gogh ( dibaca: &#8220;Van Hoh&#8221;). Semasa hidupnya, dia hanya dikenal sebagai pelukis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=machungaiwo.wordpress.com&amp;blog=4664561&amp;post=2809&amp;subd=machungaiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Post humous. Tau artinya? Kagak? Ya gak heran, ha ha haaa!</p>
<p>Post humous artinya menjadi terkenal setelah mati. Itu banyak terjadi dengan seniman-seniman besar yang  karyanya menjadi sasaran pujian dan harganya bisa sampai milyaran, justru ketika dia sendri sudah mati. Contohnya Vincent van Gogh ( dibaca: &#8220;Van Hoh&#8221;). Semasa hidupnya, dia hanya dikenal sebagai pelukis biasa yang sering moody bahkan depresi. Ketika akhirnya masuk rumah sakit jiwa, lukisan-lukisannya belum dibicarakan orang; namun ketika dia dia sudah meninggal, barulah orang memperhatikan karya-karyanya dan merasa takjub luar biasa karena karya-karyanya yang memang indah.</p>
<p><a href="http://machungaiwo.files.wordpress.com/2012/01/vangogh-self-poto.jpg"><img src="http://machungaiwo.files.wordpress.com/2012/01/vangogh-self-poto.jpg?w=594" alt="" title="vangogh Self Poto"   class="aligncenter size-full wp-image-2815" /></a></p>
<p><a href="http://machungaiwo.files.wordpress.com/2012/01/van-gogh-the-harvest.jpg"><img src="http://machungaiwo.files.wordpress.com/2012/01/van-gogh-the-harvest.jpg?w=300&#038;h=235" alt="" title="Van Gogh The Harvest" width="300" height="235" class="aligncenter size-medium wp-image-2816" /></a></p>
<p>Di dunia musik, orang pernah mengenal kejayaan grup band &#8220;Queen&#8221;, yang salah satu lagunya, &#8220;We are the Champions&#8221;, menjadi lagu wajib ketika acara Dies Natalis di UMC ketika MC membacakan nama-nama pemenang dan mahasiswa teladan. Pentolan grup band itu, Fredie Mercury, dikenal sebagai homo, bahkan biseksual, semasa hidupnya. Dia akhirnya meninggal karena kena AIDS. Sudah jodoh mungkin ya? Homo dan AIDS . . . .</p>
<p>Lepas dari aib itu, ketika dia sudah tidak ada lagi di dunia ini, justru banyak orang yang mulai mengagumi karya-karyanya. Lha buktinya lagu &#8220;We are the Champions&#8221; masih sering diputar mengiringi momen-momen kemenangan.  Kalau Anda bertanya kepada rekan saya yang nama belakangnya adalah Ginting, dia pasti tahu, dan dia pasti tidak akan keberatan menyanyikan salah satu hits Queen yang judulnya &#8220;Bohemian Rhapsody&#8221;.</p>
<p>Hari-hari ini, ketika sedang istirahat dari pekerjaan di kantor, saya sering mendengarkan lagi lagu-lagu Queen dari Youtube. Yang paling menyentuh adalah ketika dia menyanyikan &#8220;The Days of Our Lives&#8221;. Penampilannya sudah sangat mengenaskan karena virus AIDS yang menggerogotinya; badannya kurus banget dan tampangnya jadi aneh. </p>
<p><a href="http://machungaiwo.files.wordpress.com/2012/01/freddie-mercury.jpg"><img src="http://machungaiwo.files.wordpress.com/2012/01/freddie-mercury.jpg?w=300&#038;h=249" alt="" title="Freddie Mercury" width="300" height="249" class="aligncenter size-medium wp-image-2814" /></a></p>
<p>Tapi toh dia menyanyi dengan prima. Suaranya tergolong bagus, kuat dan bening, tidak kendor pada nada-nada yang tinggi. Ini sebagian lirik yang seolah menggambarkan sejarah hidupnya:</p>
<p>&#8220;Sometimes I get the feelin&#8217;<br />
I was back in the old days &#8211; long ago<br />
When we were kids when we were young<br />
Things seemed so perfect &#8211; you know<br />
The days were endless we were crazy we were young<br />
The sun was always shinin&#8217; &#8211; we just lived for fun<br />
Sometimes it seems like lately &#8211; I just don&#8217;t know<br />
The rest of my life&#8217;s been just a show</p>
<p>Those were the days of our lives<br />
The bad things in life were so few<br />
Those days are all gone now but one thing is true<br />
When I look and I find I still love you&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/machungaiwo.wordpress.com/2809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/machungaiwo.wordpress.com/2809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/machungaiwo.wordpress.com/2809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/machungaiwo.wordpress.com/2809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/machungaiwo.wordpress.com/2809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/machungaiwo.wordpress.com/2809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/machungaiwo.wordpress.com/2809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/machungaiwo.wordpress.com/2809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/machungaiwo.wordpress.com/2809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/machungaiwo.wordpress.com/2809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/machungaiwo.wordpress.com/2809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/machungaiwo.wordpress.com/2809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/machungaiwo.wordpress.com/2809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/machungaiwo.wordpress.com/2809/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=machungaiwo.wordpress.com&amp;blog=4664561&amp;post=2809&amp;subd=machungaiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/21/post-humous-van-gogh-dan-freddie-mercury/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f91227517f4fe54012e8ecd96d611b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">machungaiwo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://machungaiwo.files.wordpress.com/2012/01/vangogh-self-poto.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">vangogh Self Poto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://machungaiwo.files.wordpress.com/2012/01/van-gogh-the-harvest.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Van Gogh The Harvest</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://machungaiwo.files.wordpress.com/2012/01/freddie-mercury.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Freddie Mercury</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mobil-Mobil Saya</title>
		<link>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/19/mobil-mobil-saya/</link>
		<comments>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/19/mobil-mobil-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 08:32:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>machungaiwo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://machungaiwo.wordpress.com/?p=2803</guid>
		<description><![CDATA[Saya bukan orang penggemar mobil. Kalau saya tidak punya pasangan hidup yang cermat memperhatikan usia mobil dan merek-merek mobil, barangkali saya sampai detik ini masih pergi pulang kerja dengan mengendarai mobil Mitsubishi T 120 SS yang saya beli di tahun 1994! Walaah. . . . payah tenan. Tapi iya kok, saya memang ndak perduli soal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=machungaiwo.wordpress.com&amp;blog=4664561&amp;post=2803&amp;subd=machungaiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bukan orang penggemar mobil. Kalau saya tidak punya pasangan hidup yang cermat memperhatikan usia mobil dan merek-merek mobil, barangkali saya sampai detik ini masih pergi pulang kerja dengan mengendarai mobil Mitsubishi T 120 SS yang saya beli di tahun 1994! Walaah. . . . payah tenan. Tapi iya kok, saya memang ndak perduli soal mobil, asal bisa jalan dan tidak meledak waktu distarter aja ya sudah. Dari istri saya, saya dengar bahwa sekarang ini kebiasaan orang-orang kelas menengah ke bawah adalah mengambil kredit untuk beli mobil baru, kemudian setelah 5 tahun ketika kreditnya sudah lunas, mereka mengambil lagi kredit baru untuk beli mobil tahun terbaru. Oo, jadi begitu ya? Gila, pikir saya, seumur hidup hanya buka tutup kredit untuk bisa beli mobil keluaran terbaru.</p>
<p>Karena saya bukan kelas orang super kaya, mobil saya biasa-biasa saja. Justru karena biasa itu, maka mobil yang saya beli adalah mobil rakyat, alias banyak kembarannya karena banyak yang memakai. Akibatnya kadang-kadang terjadi peristiwa yang sungguh &#8216;mengenaskan&#8217; seperti berikut ini:</p>
<p>Siang hari di parkiran Ubaya, saya dengan stel yakin mengeluarkan kunci untuk membuka sebuah mobil Xenia biru. Ternyata kunci itu ndak mau masuk juga ke lubangnya di pintu sebelah kanan. Lho, kenapa ya?? Setelah saya lihat-lihat lagi, astagaaaa. . . . . itu bukan mobil saya! Mobil Xenia saya, yang juga biru, ternyata di sebelahnya! Ya ampuun. . . . kok untung mobil itu ndak dipasangi alarm, coba iya kan saya disangka mau maling mobil. </p>
<p>Yah, waktu itu, tahun 2006 &#8211; 2008, Xenia sedang laris-larisnya karena harganya yang terjangkau rakyat kebanyakan. Akibatnya, mobil yang saya pakai itu banyak kembarannya, bukan hanya di jalan, tapi juga di parkiran.</p>
<p>Nah, setelah 2008 lewat, tahun 2009 saya ganti Livina. Atas saran siapa? Ya saran istri saya, saya mah mana perduli dengan ganti mobil baru. Pikir saya, karena Xenianya masih  bagus, ya kenapa nggak saya pakai terus aja. Tapi pemikiran seorang wanita yang sayang sama suaminya dan sangat peduli soal kenyamanan, harga jual dan sebagainya ternyata lain. Saya dibujuk-bujuk beli mobil baru. Jadilah saya beli Livina setelah Xenia saya jual dengan sukses alias dengan harga yang cukup bagus.</p>
<p>Nah, suatu ketika di sebuah swalayan, saya keluar menenteng barang belanjaan, dan dengan enaknya melenggang masuk ke sebuah Livina abu-abu yang diparkir di halamannya. Begitu masuk, hmm&#8230; perasaan saya jadi agak ndak enak deh. Kenapa mendadak ada boneka penguin di jok belakangnya yaaa? Perasaan, saya ndak pernah menaruh aksesoris apapun di mobil. </p>
<p>Nah, sepersekian detik kemudian saya baru sadar bahwa saya memasuki mobil orang lain yang kebetulan juga mengendarai Livina abu-abu. Mobil saya sendiri ternyata masih agak jauh dari situ. Oh, nooooo!</p>
<p>Jadi, kayaknya saya harus beli sesuatu yang orang lain tidak memakainya. Apa ya? Istri saya praktis terbebas dari masalah konyol seperti itu, karena mobilnya adalah Peugeot 206 yang jarang berkeliaran di jalan raya. </p>
<p>Beli helikopter? Mungkin ide bagus, karena pasti nggak  ada  atau belum ada yang akan menyamai di Malang ini. Tapi duitnya dari mana? Masa iya mau hutang ke bank untuk beli helikopter, ha ha haaa! </p>
<p>Atau beli kuda Sumbawa? Bayangkan, ke kantor naik kuda. Sementara saya kerja, kudanya bisa ditambatkan di tepi kolam renang di Student Center . . .</p>
<p>Di rumah ada sepeda balap. Rasanya itu bagus juga sebagai kendaraan alternatif yang murah, sehat dan tentunya eksklusif, ha ha haa! </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/machungaiwo.wordpress.com/2803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/machungaiwo.wordpress.com/2803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/machungaiwo.wordpress.com/2803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/machungaiwo.wordpress.com/2803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/machungaiwo.wordpress.com/2803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/machungaiwo.wordpress.com/2803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/machungaiwo.wordpress.com/2803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/machungaiwo.wordpress.com/2803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/machungaiwo.wordpress.com/2803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/machungaiwo.wordpress.com/2803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/machungaiwo.wordpress.com/2803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/machungaiwo.wordpress.com/2803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/machungaiwo.wordpress.com/2803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/machungaiwo.wordpress.com/2803/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=machungaiwo.wordpress.com&amp;blog=4664561&amp;post=2803&amp;subd=machungaiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/19/mobil-mobil-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f91227517f4fe54012e8ecd96d611b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">machungaiwo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Merasa Hampa dan Ingin Mati Saja</title>
		<link>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/15/kenapa-merasa-hampa-dan-ingin-mati-saja/</link>
		<comments>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/15/kenapa-merasa-hampa-dan-ingin-mati-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 04:57:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>machungaiwo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://machungaiwo.wordpress.com/?p=2805</guid>
		<description><![CDATA[Menarik membaca di Jawa Pos pagi ini kisah seorang perempuan asal Surabaya yang sekarang menjadi seorang terapis penolong orang-orang yang mengalami keputusasaan besar dalam hidupnya. Namanya saya lupa, tapi yang jelas dia mengatakan ada tiga penyebab utama perasaan tertekan atau bahkan keinginan bunuh diri: relasi, kesehatan, dan kondisi ekonomi. Orang yang terus menerus dirundung kemiskinan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=machungaiwo.wordpress.com&amp;blog=4664561&amp;post=2805&amp;subd=machungaiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menarik membaca di Jawa Pos pagi ini kisah seorang perempuan asal Surabaya yang sekarang menjadi seorang terapis penolong orang-orang yang mengalami keputusasaan besar dalam hidupnya. Namanya saya lupa, tapi yang jelas dia mengatakan ada tiga penyebab utama perasaan tertekan atau bahkan keinginan bunuh diri: relasi, kesehatan, dan kondisi ekonomi.</p>
<p>Orang yang terus menerus dirundung kemiskinan, atau yang sekian puluh kali bangkrut setelah mencoba berusaha, akan sangat mudah merasa depresi. Kasus-kasus seperti ini makin banyak. Baru saja tadi pagi di TV ada berita seorang buruh bangunan mengakhiri hidupnya setelah sekian lama bergulat dalam kemiskinan. Ya, siapa yang tahan hidup dalam kemiskinan seperti itu. </p>
<p>Orang yang terus menerus sakit dan tidak kunjung sembuh setelah berobat kemana-mana juga mudah dihinggapi perasaan depresi. Ini pun sudah sering kita baca di media massa. Beberapa kasus bunuh diri, setelah ditelusuri, ternyata dipicu oleh perasaan putus asa mencari kesembuhan. Seribu kali berobat, seribu kali masih kambuh lagi. Tragis memang&#8230;</p>
<p>Nah, yang ketiga adalah relasi, terutama relasi dengan pasangan hidup atau pacar. Ternyata ini pun bisa menjadi pemicu perasaan depresi. Saya masih ingat kasus seorang aktor terkenal, JW, yang berpacaran sekian lama dengan seorang aktris, DS, di tahun akhir 80 an. Begitu DS memutuskan hubungan, JW nya limbung, dan nyaris mengakhiri hidupnya. Untung akhirnya dia bertemu dengan seorang wanita lain yang akhirnya bisa mencerahkan hidupnya kembali.</p>
<p>Nampaknya orang yang bunuh diri karena putus hubungan dengan kekasihnya adalah orang yang lembek. Buktinya saya melihat banyak kenalan yang juga mengalami kisah yang sama, namun tetap tegar dan, walaupun sempat murung berhari-hari, akhirnya toh masih bisa melanjutkan hidup dan menemukan kembali keceriaannya. Salah satu dari mereka pernah bilang kepada saya: “why should I cry endlessly over a guy who has decided that he cannot love me anymore?”. Ya, bener juga ya tho?</p>
<p>Lha tapi kalau tidak diputuskan oleh sang kekasih namun tetap saja harus putus karena kondisi dan situasi tidak mengijinkan, terus gimana? Apa ya bisa pulih secepat itu? Bagaimana kalau perpisahan itu kemudian mengakibatkan kehampaan yang berkepanjangan dalam hidup yang kemudian menjalar pada kesehatan fisik dan akhirnya keputusan untuk mati saja?</p>
<p>Saya tidak tahu jawabnya, dan juga tidak mau bersusah payah menemukan jawabnya. Saya kan hanya sedang menulis tiga penyebab bunuh diri, disertai harapan semoga kita semua dijauhkan dari penyebab-penyebab tersebut . . . .</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/machungaiwo.wordpress.com/2805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/machungaiwo.wordpress.com/2805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/machungaiwo.wordpress.com/2805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/machungaiwo.wordpress.com/2805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/machungaiwo.wordpress.com/2805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/machungaiwo.wordpress.com/2805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/machungaiwo.wordpress.com/2805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/machungaiwo.wordpress.com/2805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/machungaiwo.wordpress.com/2805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/machungaiwo.wordpress.com/2805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/machungaiwo.wordpress.com/2805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/machungaiwo.wordpress.com/2805/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/machungaiwo.wordpress.com/2805/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/machungaiwo.wordpress.com/2805/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=machungaiwo.wordpress.com&amp;blog=4664561&amp;post=2805&amp;subd=machungaiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://machungaiwo.wordpress.com/2012/01/15/kenapa-merasa-hampa-dan-ingin-mati-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f91227517f4fe54012e8ecd96d611b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">machungaiwo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
