Tentang Sukses

Posted on August 8, 2013

2


Tentang Sukses

Semua tahu apa arti sukses, walaupun tidak banyak yang bisa menikmatinya. Namun apakah sukses itu sebenarnya? Definisi sederhana akan dengan lugas mengatakan bahwa sukses adalah keberhasilan yang diraih setelah suatu usaha atau jerih payah yang dilakukan. Namun tanpa kita sadari, kata itu juga ternyata berkonotasi erat dengan hasil, atau produk, atau luaran. Lebih celaka lagi, kata itu ternyata juga membangkitkan asosiasi tentang kemapanan materi atau pencapaian gemilang.

Dalam cara pandang masyarakat yang memang mengukur banyak hal  dengan melihat hasil akhir, proses panjang yang mengantarkan seseorang pada suatu sukses ternyata kurang diperhatikan, bahkan juga kurang dihargai. Yang celaka kalau cara pandang ini kemudian membuat kita mengabaikan cara-cara kurang baik atau potong kompas yang akhirnya toh berujung pada sukses. Dosen menjiplak karya tulis mahasiswa untuk naik pangkat, gelar akademis yang diperoleh melalui suap atau manipulasi dokumen, nilai A yang didapat dengan cara mencontek, bahkan juga gelar juara yang didapat dengan rekayasa dan sedikit main paksa, merupakan contoh-contoh proses yang tidak baik tapi toh mengantar pada sukses juga.

Maka sebagian orang yang sadar akan hal ini mulai mengubah definisi sukses menjadi: ‘proses panjang penuh jerih payah dan kejujuran yang pada akhirnya membuahkan hasil gemilang.’ Kaum ini melihat bahwa proses menuju sukses itu juga penting, bahkan layak mendapat apresiasi tersendiri, bahkan manakala buahnya adalah kegagalan. 

Mungkin saya benar mutlak kalau mengatakan bahwa sebagian besar cara pandang masyarakat masih bertumpu pada hasil, bukan pada proses. Itu tidaklah aneh di jaman yang membentuk orang menjadi sangat pragmatis dan permisif seperti ini. Namun justru itu yang membuat saya menulis posting ini, yang tujuannya adalah sejenak membuat kita merenungkan pemahaman kita tentang sukses. 

Pernah melihat orang yang jatuh bangun dalam usahanya namun toh tetap bangkrut? Atau mahasiswa yang sudah berupaya sekuat tenaga dengan usahanya sendiri tapi toh tetap tidak lulus? Atau seorang sakit yang sudah berobat kemana-mana namun tetap meninggal? Atau pemimpin yang sudah jungkir balik menyelamatkan lembaganya tapi toh tetap amblas karena ditinggal lari para karyawannya? Pasti ini semua bukan pengalaman yang aneh, bukan? Banyak yang sudah menyaksikannya atau bahkan mengalami sendiri perjuangan panjang yang akhirnya gagal seperti ini. 

Seorang teman yang bijaksana mengatakan: Manusia berencana dan  berupaya, tapi Tuhan  yang menentukan. 

Lalu datanglah seorang ahli bahasa. Memandang sekilas tulisan ini, dia berdecak dan mengatakan: ‘secara makna, sukses tetaplah kualitas hasil, dan bukan prosesnya. Mungkin kamu perlu menemukan kosa kata baru yang lebih menekankan pada arti proses itu. “

“Tapi kalau sudah berproses lama dan tetap saja gagal, bukankah itu sebenarnya bagian dari sukses yang bisa kita masukkan sebagai fitur semantik pada kata ‘sukses’?” saya mencoba ngotot.

“Bukan,” jawabnya. “Sukses tetaplah pada hasil. Kalau sudah berupaya keras dan toh masih gagal juga, ya mungkin Anda belum beruntung. Try again!”

Oh wow! Hmmm…

About these ads
Posted in: Uncategorized